Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
SPANYOL, SWARAJOMBANG.COM – Sedikitnya 39 orang tewas dan lebih dari 120 lainnya terluka dalam tabrakan dua kereta cepat di Spanyol, Minggu malam, 18 Januari 2026, dalam insiden yang disebut sebagai kecelakaan kereta paling mematikan di negara itu dalam sepuluh tahun terakhir.
Musibah itu terjadi di dekat kota Adamuz, Provinsi Cordoba, sekitar pukul 19.45 waktu setempat, di sebuah ruas jalur lurus yang baru selesai direnovasi pada Mei 2025.
Kereta cepat milik operator Iryo terlebih dahulu keluar dari rel, lalu menghantam kereta Renfe yang melaju dari arah berlawanan menuju Huelva, hingga gerbong depan Renfe terpental dan jatuh ke lereng setinggi sekitar 4 meter.
Jumlah korban jiwa yang semula dilaporkan 21 orang kemudian meningkat menjadi 39 orang. Otoritas setempat merinci, lima penumpang mengalami luka sangat kritis, 24 orang menderita luka serius termasuk empat anak, sementara korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang.
Layanan darurat mengerahkan puluhan ambulans, unit ICU bergerak, serta mendirikan pos medis lapangan di sekitar lokasi kejadian. Akibat kecelakaan ini, layanan kereta cepat rute Madrid–Andalusia untuk sementara dihentikan.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyebut kecelakaan tersebut sebagai peristiwa yang “sangat aneh” mengingat karakteristik jalur yang datar dan lurus, baru direnovasi kurang dari setahun, serta fakta bahwa rangkaian Iryo yang terlibat berusia di bawah empat tahun.
Perdana Menteri Pedro Sanchez melalui akun X menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menyebut peristiwa ini sebagai “malam penuh duka bagi Spanyol”.
Hingga kini, tim investigasi belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Puente kembali menegaskan bahwa berbagai kemungkinan masih dibuka, mulai dari dugaan gangguan sistem persinyalan, kecepatan berlebih, hingga potensi kegagalan teknis pada rangkaian kereta. Namun, tidak satu pun faktor tersebut telah dikonfirmasi.
Tim penyidik nasional bersama pakar transportasi dari tingkat Eropa tengah menganalisis kotak hitam kedua kereta, rekaman sinyal, serta kondisi fisik rel dan sarana. Meski proses pemeriksaan intensif sudah berjalan, otoritas sejauh ini belum merilis temuan sementara mengenai pemicu utama tabrakan maut tersebut. **











