Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Tak Perlu Repot Ganti Moda, 18 Stasiun KAI Daop 8 Kini Terintegrasi

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur lewat integrasi layanan kereta api (KA) jarak jauh dengan KA commuter/lokal di 18 stasiun wilayah operasionalnya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan integrasi layanan tersebut merupakan bagian dari langkah perseroan dalam menghadirkan sarana mobilitas yang efisien, praktis, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

“Integrasi antara KA jarak jauh dengan KA commuter/lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini semakin mudah mengakses layanan KA Jarak Jauh, begitu pula sebaliknya,” ujar Mahendro dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/7/2026).

Mahendro mengungkapkan dari total 40 stasiun aktif yang melayani naik-turun penumpang di wilayah KAI Daop 8, sebanyak 18 stasiun saat ini telah terhubung langsung dengan layanan komuter maupun lokal.

Jaringan stasiun terintegrasi tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, meliputi Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, hingga Wlingi.

Keberadaan simpul integrasi ini dinilai menjadi jawaban atas tingginya pergerakan masyarakat, khususnya yang menghubungkan kawasan perkotaan dengan wilayah penyangga.

Dengan integrasi tersebut, masyarakat di kawasan seperti Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya kini dapat lebih mudah mengakses perjalanan antarkota di Pulau Jawa tanpa perlu berpindah ke moda transportasi jalan raya.

“Kami berharap kemudahan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, serta berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” ucapnya.

Manajemen KAI Daop 8 juga mengimbau calon penumpang untuk mencermati dan merencanakan jadwal kepindahan (transit) antara KA jarak jauh dan KA commuter/lokal agar perjalanan berjalan optimal. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana guna memperkuat ekosistem transportasi umum di Jawa Timur.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Targetkan Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga pada 2027

23 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Kapolres Jombang Buka Kejurprov Bola Voli U-19 Antar Klub se-Jawa Timur

23 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Mengikis Pengangguran, Kadisnaker Isawan: Serap 6.718 Naker 2026 Lewat Talenta dan Jemput Kerja

23 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Kebakaran Hebat Timpa Pengolahan dan Gudang Ban Bekas di Trowulan, Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan

23 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Aksi Unjuk Rasa Turunkan Menteri Kehutanan, Doni Angun Tanda Tangani Surat Aspirasi Mahasiswa

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Tebu Bukan Hanya untuk Gula, Bisa Jadi Minuman dan Alat Makan

22 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa Desak Presiden Prabowo Hentikan Karhutla

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Peringati Hari Jadi ke 116, Bupati Warsubi Ziarah di Makam Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang Melalui Komsos Membangun Desa Klitih Plandaan

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Trending di Nasional