Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Situbondo Alokasikan Rp39,4 M Bagi Hasil Cukai untuk Iuran BPJS Gratis bagi Warga Rentan

badge-check


					Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan dana Rp 39 miliar sebagian dari Rp 61 miliar hasil  Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 khusus untuk bayar iuran BPJS Kesehatan bagi warga miskin dan rentan. Foto: Instagram@totalpoliticom Perbesar

Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan dana Rp 39 miliar sebagian dari Rp 61 miliar hasil Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 khusus untuk bayar iuran BPJS Kesehatan bagi warga miskin dan rentan. Foto: Instagram@totalpoliticom

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

SITUBONDO, SWARAJOMBANG.COM – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengucurkan Rp39,436,546,829 dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 khusus untuk bayar iuran BPJS Kesehatan bagi warga miskin dan rentan yang didaftarkan pemerintah daerah.

Angka ini jadi porsi terbesar dari total DBHCHT Rp61 miliar untuk sektor kesehatan, sisanya untuk tingkatkan sarana prasarana seperti rumah sakit dan puskesmas.

Dana tersebut jadi tulang punggung program prioritas “Berobat Gratis Tanpa Batas” (Berantas), yang jamin akses layanan kesehatan tanpa batas bagi masyarakat kurang mampu, termasuk korban PHK.

Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, dr. Sandy Hendrayono, tegas menyatakan: “Ini perkuat perlindungan sosial dan jaga Universal Health Coverage (UHC) agar tak ada warga kehilangan hak kesehatan gara-gara kantong tipis.”

Manfaat Nyata di Lapangan
Warga seperti Dwi Karyanto dari Kecamatan Jangkar sudah rasakan langsung: operasi gratis dengan standar pelayanan kelas I, tanpa khawatir tagihan membengkak.

Kolaborasi ketat antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan pastikan data penerima tepat sasaran, bebas tumpang tindih melalui verifikasi berlapis.

Dengan iuran BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) rata-rata Rp42.000 per orang per bulan untuk kelas I, dana Rp39,4 miliar ini berpotensi tutup iuran tahunan bagi sekitar 78.000 warga (dihitung: Rp39,436,546,829 ÷ (Rp42.000 × 12 bulan) ≈ 78.000 orang).

Angka pastinya belum dirinci resmi, tapi prioritas jelas: warga terdaftar di daerah seperti Jangkar dan sekitarnya, demi capai UHC penuh tanpa celah.

Program ini tak hanya bebaskan biaya pengobatan, tapi juga cegah kemiskinan akibat sakit – langkah strategis Situbondo manfaatkan kekayaan tembakau lokal untuk kesehatan masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Kanwil DJP Banten Lakukan Pemblokiran Rekening Massal

28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Khofifah Intervensi Tepat Sasaran Turunkan Kemiskinan Ekstrem

25 Mei 2026 - 20:19 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Skandal Mempelai Wanita Hilang di Pati, Polisi Temukan Nayla Bersama Davin Pacarnya di Penginapan

23 Mei 2026 - 12:20 WIB

Polisi Pati telah menemukan Nayla dan Davin Febriansyah (18 th), warga Desa Purwosari, Tlogowungu. Mereka dijemput untuk dipertemukan dengan keluarga, Sabtu 23 Mei 2026. Foto: instagram@fakta_harini
Trending di Headline