Menu

Mode Gelap

Headline

Retno Marsudi: Integritas Adalah Ujian Kehormatan Sejati Saat Tak Berkuasa

badge-check


					Retno Marsudi: Integritas Adalah Ujian Kehormatan Sejati Saat Tak Berkuasa Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

JAKARTA, SWARAJOMVANG– Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa kehormatan yang sebenarnya muncul dari integritas, bukan hanya dari posisi atau harta.

Pandangan mendalam ini ia sampaikan melalui akun Instagram Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar sembilan minggu lalu.

Retno menjelaskan fondasi penghormatan sejati. “Orang itu akan menghormati kita kalau kita itu memiliki integritas yang baik.”

Namun, ia mengingatkan bahwa kekuasaan sering kali hanya menciptakan penghargaan palsu. “Mungkin orang akan berpura-pura menghormati kita karena kita sedang memiliki power atau kita sedang kaya sekali, tapi tidak memiliki integritas.”

Menurutnya, saat kekuasaan dan sorotan memudar, itulah saat karakter asli seseorang terlihat. Ia menyebut situasi ini sebagai tes moral.

“Tesnya adalah pada saat Anda sudah bukan siapa-siapa, apakah orang itu akan tetap menghormati Anda karena Anda memiliki integritas? Dan jawabannya ternyata iya.”

Ia menyimpulkan dengan pernyataan tegas bahwa integritas adalah harga diri yang abadi. “Jadi integritas itu adalah nilai di mana kita akan dilihat orang lain.”

Penulis berpendapat bahwa yang disampaikan Retno lebih dari sekadar “jujur,” melainkan jejak etika yang tidak dapat ditukar dengan keuntungan kekuasaan.

Dalam bahasan antikorupsi, pembicaraan tentang integritas sering kali terdengar terlalu formal. Retno menyentuh sisi yang lebih esensial: nilai sejati seseorang baru teruji ketika ia tidak lagi mendapat keuntungan dari sistem yang ada.

Ini berarti integritas adalah wujud dari keberanian sunyi untuk membuat keputusan yang bersih dan lurus, bahkan saat keputusan itu tidak memberikan imbalan politik atau materi.

Gagasan ini sangat penting di Indonesia, di mana figur publik seringkali kehilangan karisma segera setelah masa jabatan selesai. Ini terjadi karena rasa hormat yang mereka terima sebelumnya ternyata bersifat sementara dan transaksional.

Retno memberikan sudut pandang berbeda: kehormatan yang patut diperjuangkan adalah kehormatan yang masih tersisa setelah keuntungan pribadi habis, bukan saat nama sedang disorot.

Bukti yang menguatkan hal ini bukan terletak pada keberhasilan karir, melainkan pada orang-orang yang terus menjadi panutan moral setelah pensiun.

Nama mereka dikenal bukan karena gelar, tetapi karena mereka tidak pernah menukar keputusan yang benar dengan kesepakatan yang meragukan.

Oleh karena itu, integritas adalah investasi reputasi yang paling mahal: memang butuh waktu lama untuk terlihat, tetapi ia adalah nilai yang bertahan paling lama.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Skandal Mempelai Wanita Hilang di Pati, Polisi Temukan Nayla Bersama Davin Pacarnya di Penginapan

23 Mei 2026 - 12:20 WIB

Polisi Pati telah menemukan Nayla dan Davin Febriansyah (18 th), warga Desa Purwosari, Tlogowungu. Mereka dijemput untuk dipertemukan dengan keluarga, Sabtu 23 Mei 2026. Foto: instagram@fakta_harini
Trending di Headline