Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
AMSTERDAM, SWARAJOMBANG.COM — Gereja Vondelkerk, bangunan neo-Gotik berusia 154 tahun di tepi Vondelpark, hancur total akibat kebakaran dahsyat dini hari 1 Januari 2026, tepat usai euforia perayaan Tahun Baru.
Kobaran api yang melahap atap dan menara setinggi 50 meter ini menewaskan warisan arsitektur karya Pierre Cuypers—arsitek legendaris pembangun Rijksmuseum—dan menimbulkan duka mendalam bagi pelestarian budaya Belanda.
Petugas pemadam kebakaran dari Veiligheidsregio Amsterdam-Amstelland berjuang berjam-jam dengan tangga putar, namun struktur bangunan runtuh total karena kerusakan parah.
Juru bicara layanan darurat menyatakan, “Gereja sudah tidak dapat diselamatkan lagi” dan berisiko roboh sepenuhnya. Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka dilaporkan
Polisi Amsterdam masih menyelidiki penyebab pasti, dengan dugaan kuat terkait kekacauan Malam Tahun Baru seperti kembang api ilegal atau vandalisme—fenomena umum di Belanda saat perayaan.
Kepala Serikat Polisi Belanda, Nine Kooiman, mengomentari kekerasan ekstrem malam itu secara umum, meski belum menghubungkannya langsung ke insiden ini.
Hingga 2 Januari 2026, fokus utama adalah mengamankan area dan mencegah penyebaran api, sambil menunggu bukti forensik resmi.
Sejak dijual pada 1977, Vondelkerk tak lagi berfungsi sebagai tempat ibadah Katolik, melainkan ruang multiguna.
Media sosial ramai dengan video kobaran api, tapi laporan resmi hanya mengandalkan pernyataan darurat regional. Belum ada kutipan dari pemilik bangunan atau pihak terkait lainnya. **











