Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Istana dan pusat militer Yaman, di ibukota Sanaa, mengalami serangan rudal dari Militer Israel (IDF) melakukan serangan udara yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa. Demikian pusat komando Angkatan Udara Israel di Tel Aviv memberikan pernyataan atas serangan udara ke Yaman, 24 Agustus Agustus 2025.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menyatakan bahwa Israel akan terus menyerang siapapun yang hendak menyerang negaranya dan bahwa kelompok Houthi akan membayar harga yang sangat mahal atas agresinya
Serangan merupakan balasan atas tindakan setelah kelompok Houthi di Yaman dengan cara meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel beberapa hari sebelumnya.
Serangan ini menurut IDF menargetkan dua pembangkit listrik, lokasi penyimpanan bahan bakar, dan kompleks militer yang termasuk istana presiden, 24 Agustus 2025 dan menyebabkan korban jiwa serta luka-luka; laporan menyebutkan sekitar 6 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan itu.
Israel menyatakan serangan ini sebagai respons atas serangan berulang oleh Houthi yang dianggap mengancam keamanan Israel dan mengatakan bahwa mereka akan terus menyerang pihak yang mengancam negara mereka.
Houthi sendiri berjanji akan membalas serangan Israel tersebut serta melanjutkan perjuangan mereka sampai Israel menghentikan operasi militernya di Gaza.
Israel akan terus menyerang siapapun yang hendak menyerang negaranya dan bahwa kelompok Houthi akan membayar harga yang sangat mahal atas agresinya pada Israel disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dari pusat komando Angkatan Udara Israel di Tel Aviv pada saat serangan udara ke Yaman berlangsung pada Agustus 2025.
Netanyahu memperingatkan bahwa siapa pun yang menyerang Israel akan mendapat serangan balasan. Ia menegaskan bahwa rezim teroris Houthi harus membayar dengan harga yang sangat mahal atas agresinya terhadap Israel dan menyatakan bahwa Israel akan mempertahankan dan memperkuat kekuatannya untuk melindungi negara dan warga sipilnya.
Reaksi Yaman
Reaksi penguasa Yaman atas serangan Israel ini disampaikan oleh pejabat senior kelompok Houthi, yang saat ini menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah di Yaman.
Abdul Qader al-Murtada, seorang pejabat senior Houthi, menegaskan bahwa Houthi akan terus bertindak dalam solidaritas dengan warga Palestina di Gaza yang sedang digempur Israel.
Ia menegaskan bahwa Houthi tidak akan meninggalkan saudara-saudara mereka di Gaza meskipun harus menghadapi risiko dan pengorbanan besar.
Selain itu, anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Frah, menggambarkan serangan Israel sebagai tindakan “putus asa” yang menargetkan fasilitas sipil tanpa hubungan militer, serta dengan sengaja melukai warga sipil, serupa dengan apa yang dilakukan Israel di Gaza.
Mereka mengecam serangan Israel yang menargetkan fasilitas sipil dan menimbulkan korban jiwa di Sanaa.
Awal Agustus 2025: Ketegangan meningkat menyusul kelompok Houthi di Yaman yang rutin meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai solidaritas terhadap Palestina dalam perang Gaza.
17 Agustus 2025: Israel melancarkan serangan udara ke Pembangkit Listrik Haziz di selatan ibu kota Sanaa, menargetkan infrastruktur energi milik Houthi sebagai respons terhadap serangan rudal dan drone Houthi ke Israel.
22-23 Agustus 2025: Serangan rudal baru oleh Houthi ke arah Israel terjadi, termasuk penggunaan bom cluster, yang menjadi salah satu pemicu eskalasi lebih lanjut.
24 Agustus 2025: Serangan udara Israel menghantam ibu kota Sanaa, menargetkan kompleks militer yang menampung istana kepresidenan Yaman, dua pembangkit listrik, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar.
Ledakan keras terdengar di pusat kota, dan asap tebal terlihat. Serangan ini sebagai balasan atas serangan rudal Houthi yang berulang kali diluncurkan ke wilayah Israel.
Akibat serangan 24 Agustus, tercatat sedikitnya enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Korban termasuk warga sipil dan laporan menunjukkan infrastruktur vital terkena dampak serangan.
Israel menyatakan serangan tersebut sebagai respons terhadap serangan berulang oleh rezim Houthi yang mereka anggap teroris dan mengancam keamanan Israel.
Houthi berjanji akan membalas serangan Israel dan melanjutkan perjuangan mereka sampai operasi militer Israel dihentikan.
Kejadian ini merupakan kelanjutan dari siklus serangan dan serangan balasan antara Israel dan Houthi di Yaman yang dipicu oleh konflik yang lebih luas terkait perang di Gaza. **











