Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
CHINA, SWARAJOMBANG.COM– Midea Group dari China meluncurkan MIRO U, robot humanoid super generasi ketiga, pada Forum Ekonomi Baru Greater Bay Area 2025. Robot ini dirancang untuk berkolaborasi langsung dengan pekerja manusia di lini produksi, dengan kepala dan torso humanoid yang memungkinkan operasi pada ketinggian setara manusia.
MIRO U unggul berkat enam lengan bionik revolusioner yang didukung aktuator servo presisi tinggi (torque hingga 50 Nm per sendi) dan sensor force-torque 6-axis pada setiap ujung lengan.
Sistem ini memungkinkan tugas simultan, seperti menyangga beban hingga 50 kg dengan lengan bawah sambil melakukan perakitan presisi (akurasi <0.1 mm) di atasnya, berkat algoritma AI berbasis deep learning untuk koordinasi multi-lengan.
Mobilitasnya didorong sasis beroda-kaki hibrida dengan empat roda omnidireksional Mecanum, mendukung rotasi 360 derajat di tempat, kecepatan maksimal 2 m/s, dan pengangkatan vertikal stabil hingga 1 meter via suspensi adaptif.
Robot ini dilengkapi LiDAR 3D, kamera RGB-D ganda (resolusi 12 MP), dan IMU 9-axis untuk navigasi otonom di lingkungan pabrik padat, dengan kemampuan SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) real-time.
Teknologi inti MIRO U sepenuhnya dikembangkan mandiri oleh Midea, termasuk prosesor NVIDIA Jetson Orin (275 TOPS AI computing) untuk pemrosesan visi komputer dan motion planning.
Robot mendukung pergantian alat cepat (quick-swap end-effectors) dalam <5 detik via mekanisme magnetik, memungkinkan transisi stasiun kerja efisien dan target peningkatan efisiensi lini produksi hingga 30%. Penyebaran massal dimulai akhir Desember 2025 di pabrik mesin cuci Wuxi, China.
Berbeda dari robot layanan Meila yang lebih fokus pada mimikri manusia, desain MIRO U mengutamakan fungsi praktis—bukan estetika sempurna—untuk menantang norma otomasi industri.
Manfaat
MIRO U mengambil alih tugas berat dan berulang seperti pengangkatan beban ekstrem atau perakitan di kondisi berisiko, mengurangi cedera pekerja hingga 40% berdasarkan simulasi Midea. Dengan enam lengan dan mobilitas omnidireksional, robot ini meminimalkan interaksi manusia di area berbahaya.
Efisiensi melonjak berkat kolaborasi multitasking: pekerja bisa berganti alat sambil MIRO U menangani material. Ini membebaskan tenaga kerja dari rutinitas monoton, meningkatkan kepuasan kerja, dan membuka pelatihan untuk keterampilan tingkat tinggi seperti pengawasan AI atau inovasi proses.
Di pabrik Wuxi, MIRO U akan jadi model kolaborasi manusia-robot, di mana pekerja beralih ke peran supervisor atau inovator. Transisi ini mendukung era otomasi industri yang lebih aman, efisien, dan berorientasi manusia.**











