Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Mensos Nonaktifkan 11 Juta BPJS-PBI, Ribuan Pasien Gagal Ginjal belum Bisa Cuci Darah di RS

badge-check


					Ilustrasi. Ist Perbesar

Ilustrasi. Ist

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

 JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Penderita gagal ginjal peserta BPJS-PBI mengeluh tidak bisa melakukan cuci darah di rumah sakit. Kasus ini diungkapkan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) .

Keluhan itu terjadi, akibat penonaktifan berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 per 1 Februari 2026, karena ada  pemutakhiran data DTSE nasional sejak 2025.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan memang ada penonaktifan status BPJS PBI yang memengaruhi pasien cuci darah.

Namun demikian, dia Ia menegaskan rumah sakit wajib melayani pasien terlebih dahulu, meski status BPJS nonaktif, karena keselamatan pasien prioritas utama atas urusan administratif. Pemerintah menjamin tanggung jawab biaya setelah proses verifikasi.

Saat ini Mensos sedang melakukan proses pendataan ulang terhadap 11 juta peserta yang diganti data baru agar lebih tepat sasaran. Proses ini sudah koordinasi dengan BPJS dan pemda.

Pasien rentan seperti penderita gagal ginjal, bisa reaktivasi cepat via rekomendasi bupati/wali kota atau verifikasi Kemensos jika memenuhi kriteria miskin/rentan miskin atau kondisi darurat.

Penonaktifan ini berasal dari penyesuaian data oleh Kementerian Sosial melalui Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku per 1 Februari 2026.

Tujuannya memastikan bantuan iuran tepat sasaran, memengaruhi sekitar 11 juta peserta PBI yang digantikan data baru, meski total jumlah peserta tetap sama.

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menerima ratusan aduan dari pasien gagal ginjal yang gagal hemodialisis rutin karena status nonaktif, mengancam nyawa mereka. BPJS Kesehatan menjamin biaya cuci darah penuh jika status aktif kembali.​

Peserta yang tergolong miskin/rentan miskin, mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal, atau dalam kondisi darurat medis bisa mengajukan aktivasi ulang melalui verifikasi lapangan sesuai kriteria Kemensos. Hubungi BPJS Kesehatan atau dinas sosial setempat untuk langkah resmi.

BPJS -PBI adalah singkatan dari BPJS Penerima Bantuan Iuran, program jaminan kesehatan nasional untuk masyarakat kurang mampu di Indonesia.

Program ini menyediakan akses layanan kesehatan BPJS Kesehatan secara gratis karena iuran bulanan ditanggung penuh oleh pemerintah pusat, daerah, atau APBN, khusus bagi peserta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) atau DTKS Kementerian Sosial.

Perbedaan dengan Non-PBIPeserta PBI terbatas pada kelas 3 rawat inap tanpa opsi upgrade, sementara non-PBI wajib bayar iuran mandiri dan bisa pilih kelas lebih tinggi sesuai kemampuan finansial.

Penonaktifan massal PBI per Februari 2026 akibat pemutakhiran data Kemensos memengaruhi jutaan peserta, termasuk pasien cuci darah, tapi layanan tetap dijamin selama proses reaktivasi.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional