Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-
Psikiater dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ, melalui akun Instagram pribadinya pada 21 Agustus 2025, memberikan pandangan terkait perasaan bersalah yang kerap muncul saat seseorang merasa keliru memilih pasangan hidup di masa lalu.
Menurutnya, kesalahan memilih pasangan tidak sepenuhnya bisa dianggap sebagai kesalahan pribadi. Saat mengambil keputusan di masa lalu, seseorang hanya bisa menilai berdasarkan informasi yang tersedia saat itu.
“Jangan pernah salahkan dirimu ketika salah memilih orang di masa lalu, meskipun orang itu masih bersamamu saat ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa di masa lalu, seseorang mungkin melihat banyak tanda positif (green flag) dari pasangannya, sehingga wajar jika pilihan itu terasa tepat.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul sisi lain yang tidak terlihat sebelumnya, termasuk berbagai tanda bahaya (red flag).
“Keputusanmu saat itu tidak salah, hanya saja referensimu belum selengkap sekarang,” kata dr. Santi.

Kini, setelah pengalaman dan pengetahuan bertambah, seseorang bisa lebih memahami apakah pilihan pasangan yang dijalani masih sesuai atau justru menimbulkan masalah.
Dalam situasi ini, menurutnya, penting untuk tidak menyesali masa lalu, melainkan fokus mencari solusi untuk masa kini.
“Gunakanlah situasi saat ini untuk mencari solusi. Apa yang harus saya lakukan untuk bertahan? Atau apakah saya harus memutuskan untuk meninggalkan dia?” jelasnya.
Di akhir pesannya, dr. Santi menegaskan kembali: “Do not blame yourself.”.****











