Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Hujan lebat disertai angin topan yang menerpa lereng Gunung Anjasmoro di Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, menghantam parah produksi durian musim ini.
Sebagian besar pohon durian gagal berbuah akibat cuaca ekstrem tersebut, sehingga Kontes Durian Wonosalam—ikona wisata tahunan Jombang—terpaksa ditunda tanpa tanggal pasti.
Sekretaris Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO), Jalaludin Hambali, mengungkapkan bahwa masalah dimulai sejak fase pembungaan awal. Hujan intens dan hembusan angin kuat membuat bunga durian berguguran sebelum berubah menjadi calon buah.
“Gangguan cuaca sejak pembungaan awal sudah merusak lebih dari 90 persen bunga dan bakal buah,” ungkap Jalaludin, Selasa (20/1/2026).
Semula panitia berencaana acara pesta dure itu dilaksanakan 17 Januari 2026, namun batal. Karena, panen gagal.
Gagal panen ini membuat produksi durian di desa-desa sentra Wonosalam anjlok dibanding tahun lalu. Ketersediaan buah yang minim memengaruhi kuantitas dan kualitas untuk kontes, sehingga panitia memilih menunda acara.
“Rencananya, kontes digelar pada Oktober-November 2026 saat musim sela, dengan harapan panen sudah optimal,” ujar Jalaludin.
Tak hanya cuaca, serangan hama memperburuk keadaan dengan merusak buah muda hingga membusuk sebelum matang. Petani berharap cuaca membaik ke depan, agar durian premium Wonosalam tetap terjaga rasanya dan mendukung pariwisata Jombang. **











