Menu

Mode Gelap

Kolom

Ilmu atau Adab, Mana yang Sebenarnya Lebih Penting

badge-check


					Ilmu atau Adab, Mana yang Sebenarnya Lebih Penting Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Istilah “adab di atas ilmu” kerap digaungkan dalam ruang pendidikan, pengajian, hingga forum motivasi. Pesannya jelas: etika dan sopan santun harus lebih utama daripada kecerdasan. Namun, apakah adab memang selalu lebih tinggi dari ilmu?

Perdebatan muncul karena keduanya memiliki fungsi berbeda. Adab membentuk sikap, sedangkan ilmu menjadi alat untuk menilai benar dan salah secara rasional. Dalam praktiknya, seseorang bisa saja santun dalam berbicara, tetapi keliru dalam isi pemikirannya.

Fenomena ini terlihat di era digital. Informasi kesehatan dapat disampaikan dengan bahasa lembut dan meyakinkan, namun tetap menyesatkan karena tidak berbasis pengetahuan yang sahih. Dampaknya tidak sekadar salah paham, tetapi bisa membahayakan.

Sebaliknya, dalam kondisi darurat medis, seorang dokter mungkin berbicara singkat dan tegas tanpa banyak basa-basi. Namun ketepatan analisis dan tindakannya justru menyelamatkan nyawa. Dalam situasi seperti ini, kompetensi ilmiah menjadi faktor yang lebih mendesak dibanding formalitas kesantunan.

Sejarah peradaban juga memperlihatkan peran besar ilmu. Ibnu Sina dikenang luas karena kontribusinya di bidang kedokteran, sementara Albert Einstein dihormati berkat teori relativitas yang mengubah pemahaman manusia tentang alam semesta. Karya ilmiah mereka membentuk standar profesionalisme dan etika baru.

Di sisi lain, adab tanpa ilmu dapat membuat seseorang mudah dimanipulasi. Sikap hormat tanpa daya kritis berpotensi melahirkan kepatuhan buta, terutama dalam ranah ekonomi, politik, dan keagamaan.

Namun ilmu tanpa adab pun berisiko. Pengetahuan yang tidak dibingkai etika dapat melahirkan penyalahgunaan teknologi atau kecerdasan untuk kepentingan merugikan.

Karena itu, perdebatan ini sejatinya bukan soal mana yang lebih tinggi. Yang lebih mendasar adalah bagaimana keduanya berjalan beriringan. Ilmu dapat menjadi fondasi, sementara adab menjadi penuntun arah, agar kecerdasan tetap berpihak pada kemanusiaan.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perang Lawan Israel-AS, Mengapa Iran tidak Minta Bantuan China dan Rusia? Begini Analisisnya

14 Maret 2026 - 15:59 WIB

KUHP Baru Alihan Penilaian Pelaku Pemukulan dari Jerat Pidana, Ini Penyebabnya

11 Januari 2026 - 21:18 WIB

Malam Jumat Legi Diyakini Bukan Sekadar Malam Biasa

8 Januari 2026 - 15:04 WIB

Tantangan Guru Honorer di Hari Guru Nasional

25 November 2025 - 18:42 WIB

Kisah Mas TRIP: Tenang Belanda Masih Jauh, Kelalaian yang Nyaris Berujung Maut

12 November 2025 - 18:39 WIB

Dilema Program MBG, Gizi Siswa, Keracunan hingga Ekosistem Ekonomi Sekolah

29 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Kritik Tanpa Solusi Tetap Penting dalam Demokrasi, Bahkan itu Adalah Aspirasi

7 September 2025 - 14:40 WIB

Motor Kurir Paket Dicuri di Surabaya, Sore Hari Ditemukan di Dapur Warga Tanah Merah Bangkalan

3 Januari 2025 - 07:41 WIB

Polri ‘Ngeri’ Penjarakan Firli?

17 Desember 2024 - 15:47 WIB

Trending di Hukum