Menu

Mode Gelap

Headline

Hati hati Jadi Finance Influencer Bakal Kena Aturan Baru dari OJK Pertengahan 2026

badge-check


					Hati hati Jadi Finance Influencer Bakal Kena Aturan Baru dari OJK Pertengahan 2026 Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penerbitan aturan baru terkait influencer keuangan atau finfluencer pada pertengahan 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan hal ini saat membuka perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Mahendra menegaskan, OJK berkomitmen memperkuat perlindungan bagi investor minoritas dan ritel yang menjadi penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Upaya tersebut dilakukan melalui penegakan perilaku pasar, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas finfluencer.

“OJK saat ini tengah menyiapkan aturan baru bagi influencer keuangan yang dalam tahap finalisasi dan ditargetkan terbit pada pertengahan 2026,” ujar Mahendra.

Regulasi ini akan menitikberatkan pada kapabilitas, transparansi, serta kepatuhan perizinan agar edukasi dan promosi investasi berjalan secara bertanggung jawab.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa penyusunan aturan dilatarbelakangi temuan praktik bermasalah. OJK mendapati adanya promosi investasi ilegal oleh individu yang mengaku independen, namun ternyata menerima imbalan tersembunyi.

“Padahal di belakang, dia itu mendapatkan komisi dari produk yang dia promosikan. Jadi seolah dia independen, mengatakan saya pakai produk ini, sudah untung. Ayo masyarakat ini bagus dan lain-lain, tapi padahal orang ini dibayar,” ungkap Friderica dalam Media Briefing Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan, Selasa (11/3/2025).

Friderica menambahkan, sejumlah negara telah lebih dahulu memiliki regulasi khusus untuk mengatur peran finfluencer. Aturan tersebut memberi kewenangan regulator menelusuri latar belakang, posisi, hingga klaim yang disampaikan kepada publik.

Menurutnya, rekomendasi produk keuangan tidak boleh disampaikan sembarangan, apalagi jika disertai klaim keuntungan besar tanpa transparansi kepentingan. Ia mencontohkan, di beberapa negara regulator dapat memeriksa klaim gaya hidup yang digunakan sebagai alat promosi.

“Kalau orang ini bilang bisa beli mobil, rumah mewah dari sebuah bisnis, klaim ini akan di cek, benar tidak itu mobil atas nama dia, vila atas nama dia ternyata banyak penipuan. Itu banyak ditemukan penipuan-penipuan,” jelas Friderica.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tinjau KDMP Nglawak: Jual LPG Rp16.000, Migor Rp15.700/ L, Beras SPHP Rp10.000/ Kg

17 Mei 2026 - 15:43 WIB

Presiden Praboso langsung meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026. Disitubharga LPG cuma Rp.16.000, migor Rp15.700/ l. Foto: ist

Pinter Ngaji Layanan NIB Gratis di Jombang, Mei: Pegang Izin untuk Kembangkan Usaha

17 Mei 2026 - 15:06 WIB

Presiden Cabut Sejumlah Kewenangan Polri Dialihkan ke TNI, Andrianus Meliala: Kembali ke Dwi Fungsi ABRI

16 Mei 2026 - 21:54 WIB

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Trending di Headline