Menu

Mode Gelap

News

Hari Disabilitas Internasional 2025, Inklusi Menjadi Fondasi Kemajuan

badge-check


					Hari Disabilitas Internasional 2025, Inklusi Menjadi Fondasi Kemajuan Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Hari Internasional Penyandang Disabilitas (IDPD) diperingati setiap 3 Desember, berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB 47/3 tahun 1992. Peringatan ini bertujuan mendorong pemenuhan hak serta memperkuat inklusi bagi penyandang disabilitas.

Tema tahun 2025 adalah “Membangun masyarakat inklusif disabilitas untuk mempercepat kemajuan sosial”, sejalan dengan komitmen KTT Pembangunan Sosial Dunia Kedua di Doha, Qatar (4–6 November 2025).

Tujuan Utama

– Mempromosikan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di seluruh lapisan masyarakat.
– Meningkatkan kesadaran global atas tantangan politik, sosial, dan ekonomi yang mereka hadapi.
– Memperkuat implementasi Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).
– Menyerukan aksi nyata untuk aksesibilitas, partisipasi penuh, serta penghapusan diskriminasi.

Isu Penting

Para pegiat menekankan perlunya memperkuat suara penyandang disabilitas, sesuai CRPD yang telah diratifikasi lebih dari 190 negara. Tantangan utama yang masih berlangsung antara lain:

– Akses terbatas: layanan kesehatan, pendidikan, teknologi bantu, dan transportasi, terutama di daerah terpencil.
– Perubahan iklim: fasilitas pengungsian tidak ramah disabilitas, sistem peringatan dini tidak inklusif.
– Kesenjangan gender & usia: perempuan, anak, dan lansia penyandang disabilitas lebih rentan terhadap kekerasan dan kemiskinan.

– Sistem peradilan: hanya separuh kantor polisi/pengadilan ramah kursi roda, masih ada praktik institusionalisasi diskriminatif.
– Ekonomi & pekerjaan: tingkat partisipasi kerja 44% dibanding 75% non-disabilitas (OECD), berkontribusi pada penurunan PDB hingga 7% di negara berpendapatan rendah-menengah.

– Digitalisasi: aplikasi publik tanpa pembaca layar, situs pendidikan tanpa teks alternatif.
– Migrasi: pos imigrasi tanpa jalur kursi roda, formulir digital tidak aksesibel.

-Laporan Global 2025

Global Disability Inclusion Report 2025, yang diluncurkan pada Global Disability Summit 2025, menyoroti lambatnya kemajuan inklusi. Dari 114 negara, hanya 53 yang merevisi undang-undang disabilitas sejak CRPD 2006.

Kerangka hukum dinilai masih terpisah, minim pendanaan, dan kurang terintegrasi dengan kebijakan sosial-ekonomi.

Laporan ini memperingatkan bahwa ketidakbertindakan akan menimbulkan kerugian besar, termasuk keterlambatan dalam menghadapi tren global seperti iklim, digitalisasi, dan migrasi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Diduga UFO Melayang Layang di Atas Kawasan Jembatan Suramadu

23 Mei 2026 - 09:38 WIB

Saat Audiensi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Tantang Duel Perwakilan PKL Driyorejo yang Tergusur

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di Ekonomi