Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Gelael dan Salim Grup Suntikan Dana Rp 80 Miliar, KFC Merugi Rp 36 Miliar

badge-check


					Orang menilai bisnis satu ini tak ada ruginya, ternyata kuartal I 2025 ini, PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pengelola usaha franchise itu mengalami kerugian hingga Rp 36 miliar lebih. Instagram@kumparancom Perbesar

Orang menilai bisnis satu ini tak ada ruginya, ternyata kuartal I 2025 ini, PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pengelola usaha franchise itu mengalami kerugian hingga Rp 36 miliar lebih. Instagram@kumparancom

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi waralaba restoran cepat saji KFC di Indonesia, meminta tambahan modal melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dari dua pemegang saham utaman, yakni keluarga Gelael dan Grup Salim, Kamis, 15 mEI 2025.

Langkah ini diambil karena FAST mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp36,77 miliar pada kuartal I 2025, meskipun pendapatan bersihnya naik tipis 1,81% menjadi Rp1,19 triliun.

Dengan tambahan modal ini, manajemen berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Rencana private placement ini akan diajukan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 16 Mei 2025 dan pelaksanaan paling lambat pada 20 Juni 2025
⁠
Aksi private placement ini bertujuan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Emiten dengan kode FAST akan menerbitkan hingga 533.333.334 saham baru pada harga pelaksanaan Rp 150 per saham. Total dana segar yang ditargetkan mencapai Rp 80 miliar (nilai penuh) yang telah disepakati.⁠
⁠
Dana hasil penerbitan saham tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja, dengan rincian Rp 52 miliar untuk pembelian persediaan dan pembayaran kewajiban lancar, serta Rp 28 miliar untuk biaya operasional efisiensi karyawan.⁠
⁠
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen FAST menyatakan langkah ini diambil untuk menambal defisit modal kerja bersih yang saat ini mencatat angka negatif Rp 1,67 miliar, serta menghadapi kondisi keuangan.⁠
⁠
Berdasarkan laporan keuangan KFC Indonesia yang diunggah di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), total pendapatan perusahaan turun ke Rp 4,87 triliun pada 2024 dari Rp 5,93 triliun pada tahun sebelumnya.⁠ **
⁠

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Harga Tetap, Isu Pertalite Naik Hoaks

25 September 2026 - 21:41 WIB

Aquarium Underwater Rp120 M, akan Dibangun Jatim Park Group-Investor Malaysia

24 September 2026 - 20:18 WIB

PHPS: Telur Ayam Ras Rp30.100, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Per Kilogran

24 September 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Siapkan Rp3,8 T, untuk Warga Usia 17 Tahun Berupa Rekening Rp50 Ribu

23 September 2026 - 20:11 WIB

Pasokan Gas Terbatas PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim

22 September 2026 - 20:40 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Trending di Ekonomi