Penulis: Gandung Kardiono | Editor: Priyo Suwarno
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM– Jumlah korban anak melonjak dari 152 menjadi 261 orang, menurut data terbaru, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambangi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu siang (11/1/2026).
Emil hanya tercatat mengunjungi RSUD Prof. Dr. Soekandar, di mana 49 korban sedang dirawat. Tidak ada laporan bahwa ia mampir ke lokasi acara MBG, seperti Ponpes Mahad AnNur di Desa Singowangi, Kutorejo—yang berjarak 10-15 km dari rumah sakit tersebut.
Emil memuji respons kilat pemerintah daerah dalam menyediakan perawatan bagi penerima manfaat MBG yang keracunan.
Ia mendesak RSUD Soekandar untuk memperbaiki fasilitas, terutama toilet yang ramah bagi pasien dengan masalah pencernaan.
Ia juga menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari siswa, santri, serta pengelola SPPG. Data ini akan diselaraskan dengan Dinas Kesehatan untuk menyempurnakan mekanisme MBG.
“Kondisi korban sudah membaik, banyak yang bisa makan lagi setelah terapi dehidrasi,” ujar Emil.
Kronologi
Insiden bermula saat siswa serta santri di Kecamatan Kutorejo mengonsumsi soto ayam MBG pada Jumat (9/1/2026), memicu gejala mual, muntah, pusing, demam, serta diare pada 152-261 korban dari ponpes seperti Al Hidayah dan SMPN 2 Kutorejo.
Korban tersebar di puskesmas, RSUD Prof. Dr. Soekandar, serta rumah sakit lain. Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 untuk uji laboratorium, dengan hasil diantisipasi minggu depan.
Tim gabungan dari BGN, Dinkes, TNI, serta Polres Mojokerto sedang bekerja sama mengusut penyebabnya. Emil menekankan perlunya menelusuri akar masalah, seperti pola konsumsi ayam atau telur, sambil mengapresiasi penanganan Pemkab Mojokerto.
Kasus ini memperpanjang catatan keracunan MBG di berbagai wilayah, dengan soto ayam sebagai tersangka utama karena ayam yang tampak tidak lazim, menyoroti risiko kebersihan pada program nasional ini.**











