Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG , SWARAJOMBANG.COM– Acara penutupan pelatihan Budidaya Ikan Lele yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang bekerja sama dengan PT MPS Ploso bagi warga Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso resmi berakhir pada Sabtu, 15 November 2025, setelah berlangsung selama 10 hari.
Pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi peserta dengan membekali mereka keterampilan praktis dalam beternak lele, mulai dari pemijahan hingga pembesaran ikan. Selain teori, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung yang sangat penting untuk memulai usaha budidaya lele di desa mereka.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, S.Hut., M.Si., yang hadir pada acara penutupan, menyatakan bahwa program pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang usaha mandiri melalui budidaya ikan lele.
“Beternak lele adalah alternatif usaha yang relatif mudah dan menguntungkan, mampu meningkatkan penghasilan keluarga serta menggerakkan perekonomian lokal,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta juga diajarkan pengolahan hasil ikan lele seperti pembuatan abon dan produk lainnya yang dapat meningkatkan nilai jual dan diversifikasi produk usaha.
Pada hari ke-8, peserta diajak berkunjung langsung ke peternak ikan lele sukses di Kediri, dimana mereka mendapatkan wawasan dan praktik lengkap budidaya lele. Kegiatan ini memperkuat pengetahuan sekaligus motivasi warga untuk mengembangkan usaha lele secara mandiri.
Dengan pelatihan ini, Disnaker Jombang berharap warga Desa Kedungdowo tidak hanya memiliki keterampilan budidaya ikan lele, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi ekonomi dari bisnis rumahan ini.
Pemberian bibit, pakan, dan peralatan budidaya lele di akhir pelatihan diharapkan menjadi modal awal yang membantu warga memulai usaha dan meningkatkan taraf hidup mereka. **











