Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Deal Presiden Prabowo dengan Babcock: Investasi Rp 90 Triliun Bangun 1.500 Kapal Nelayan Indonesia

badge-check


					(Kiri) Presiden Prabowo Subianto deal dengan perusahaan maritim Inggeris, Babcok, senilai Rp90 triliun, untuk membangun lebih dari 1500 kapal nelayan dirakit di nIndonesia. (kanan) CEO Babcock, David Lockwood. Foto: swarajombang.com/kolase/dok Perbesar

(Kiri) Presiden Prabowo Subianto deal dengan perusahaan maritim Inggeris, Babcok, senilai Rp90 triliun, untuk membangun lebih dari 1500 kapal nelayan dirakit di nIndonesia. (kanan) CEO Babcock, David Lockwood. Foto: swarajombang.com/kolase/dok

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendarat di Indonesia pada 24 Januari 2026 setelah lawatan kerja sukses ke Inggris, Swiss, dan Prancis selama lima hari. Puncak pencapaiannya: komitmen investasi maritim raksasa senilai 4 miliar poundsterling (Rp90 triliun) dari Inggris.

Investasi ini digunakan untuk membangun 1.582 kapal nelayan di galangan kapal lokal dan ciptakan 600 ribu lapangan kerja baru bagi nelayan serta pekerja industri.

Kunjungan dimulai 20 Januari di Inggris, di mana Presiden Prabowo bertemu Perdana Menteri Keir Starmer di 10 Downing Street.

Pertemuan itu melahirkan kesepakatan strategis melalui Maritime Partnership Programme (MPP), dipimpin perusahaan pertahanan Babcock.

Perjalanan berlanjut ke Swiss, lalu puncaknya di Prancis pada 23 Januari saat Prabowo berdialog dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, mempererat kemitraan di sektor investasi, pendidikan, dan perdamaian global.

Presiden pulang naik Garuda Indonesia, membawa hasil nyata yang melanjutkan komitmen G20 di Afrika Selatan pada November 2025.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan investasi Rp90 triliun sebagai sorotan utama, yang tak hanya kuatkan ekonomi biru Indonesia tapi juga pertahanan maritim bilateral.

Investasi Rp90 Triliun

Program MPP ini fokus pada penguatan sektor kelautan Indonesia. Dana segar dari Inggris dialokasikan untuk:

  • Pembangunan 1.582 kapal nelayan (atau sekitar 1.500 unit berdasarkan sumber lain), dirakit sepenuhnya di galangan kapal Indonesia untuk dorong produktivitas nelayan lokal dan ekonomi biru.

  • Revitalisasi industri galangan kapal serta peningkatan kemampuan angkatan laut.

Proyek ini diproyeksikan serap 600 ribu tenaga kerja Indonesia: 30 ribu sebagai awak kapal, 400 ribu di lini produksi dan perakitan, plus 170 ribu efek multiplier di sektor pendukung. Di pihak Inggris, sekitar 1.000 lapangan kerja baru tercipta dari rantai pasok dan dukungan teknis.

Perusahaan Babcock memimpin inisiatif ini dengan keahlian desain kapal dan teknik dari fasilitasnya di Rosyth, Bristol, serta Devonport. CEO David Lockwood menyebutnya sebagai “investasi strategis” yang perluas rantai pasok Inggris, dukung UKM lokal, dan tingkatkan interoperabilitas maritim kedua negara.

Aliran investasi murni dari Inggris ke Indonesia, tanpa imbalan sebaliknya, menjadikannya kemenangan besar bagi revitalisasi maritim kita. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini Disusulkan Pemprov Jatim

6 Juli 2026 - 19:04 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Pertamax Turbo Turun Rp1450, Per 1 Juli 2026

1 Juli 2026 - 19:52 WIB

Juli-Agustus-September Tarif Listrik Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:29 WIB

Pemangkasan Besar-besaran, BUMN akan Tinggal 250 dari 1000

28 Juni 2026 - 21:31 WIB

Pertumbuhannya Diprediksi Paling Tinggi di Dunia, Crazy Rich Indonesia Makin Banyak,

28 Juni 2026 - 21:20 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Trending di Entertainment