Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM — Kelalaian perawatan instalasi gas diduga menjadi penyebab ledakan hebat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Kamis (13/8/2026) malam.
Ledakan itu tidak hanya melukai 5 orang, tapi juga menghentikan distribusi 3.700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga sekitar.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dapur yang dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group itu hancur sebagian.
Atap 4 ruangan ambruk: ruang pemorsian, ruang penyimpanan ompreng, ruang kantor, dan ruang rapat. Satu unit mobil distribusi MBG juga tertimpa reruntuhan.
Saat kejadian ada 13 orang di dalam. Rinciannya: 8 relawan, 1 office boy, 1 satpam, dan 3 teknisi dari PT Energi Alam Utama yang sedang memperbaiki instalasi gas elpiji.
Dugaan awal mengarah ke kebocoran tabung gas saat proses servis.
Satpam SPPG, Bagianto, mengaku mendengar suara janggal sebelum ledakan.
“Sebelum ledakan itu ada suara ngewes dulu, lumayan besar, terus meledak,” ujarnya.
Warga sekitar, Rofiah, melihat kobaran api menyembur tinggi ke langit-langit. Api baru bisa dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mojokerto setelah beberapa jam.
MBG Lumpuh
Akibat ledakan, 5 orang terluka. Tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius, ada yang sampai 90%, dan dievakuasi PMI Kabupaten Mojokerto ke RS terdekat.
Dua relawan perempuan juga menjadi korban.Maulin Nikmah (35) dan *Robiatul Adawyah (33) tertimpa plafon yang runtuh dan harus mendapat perawatan.
Dampaknya langsung terasa ke penerima manfaat. SPPG ini tiap hari memasak sekitar 3.700 porsi MBG. Kini operasional dihentikan total.
Pihak yayasan mengaku sedang evaluasi menyeluruh terhadap instalasi gas dan kelayakan bangunan sebelum memasak kembali.
Olah TKP
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata, melalui Kapolsek Puri AKP Agus memastikan olah TKP sudah dilakukan.
Penyebab pasti masih diselidiki, tapi fokus penyelidikan ada pada prosedur perbaikan gas.
Insiden ini jadi tamparan bagi program MBG nasional. SPPG di seluruh daerah rata-rata menggunakan instalasi gas skala besar untuk melayani ribuan porsi setiap hari.
Satu kesalahan kecil bisa melumpuhkan rantai makanan untuk ribuan warga.
Pihak berwenang mengimbau seluruh pengelola SPPG segera audit instalasi gas dan SOP keselamatan.
Jangan sampai mengejar target dapur cepat berdiri, tapi mengabaikan standar keamanan.
Program MBG bagus, tapi tanpa dapur yang aman, program itu justru mengancam nyawa relawan dan warga.**











