Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Kadin Desak Presiden Prabowo Batalkan Impor Mobil CBU dari India, dengan Mengutamakan Industri Dalam Negeri

badge-check


					PT Aginas sebagai pelaksanan operasi Kpreasi Merah Putih, berencana impor 105.000 unit mobil CBU dari India, senilai Rp 24 trliliun Lebih. Kadin mendesak presiden agar dibatalkan, dan minta didahulukan industri otomotif dalam negeri. Foto: ist Perbesar

PT Aginas sebagai pelaksanan operasi Kpreasi Merah Putih, berencana impor 105.000 unit mobil CBU dari India, senilai Rp 24 trliliun Lebih. Kadin mendesak presiden agar dibatalkan, dan minta didahulukan industri otomotif dalam negeri. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- PT Agrinas Pangan Nusantara berenana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India senilai Rp24,66 triliun,  untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) . Namun, Kadin Indonesia keberatan dan mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor tersebut.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Saleh Husin, menyatakan hal ini setelah berdiskusi dengan pelaku industri dan asosiasi terkait, Minggu 22 Febaruari 2026.

Kadin khawatir impor kendaraan niaga dalam bentuk Completely Built Up (CBU) ini akan merugikan industri otomotif nasional yang sedang berkembang, karena mengancam produksi lokal.

Rencana impor dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan pengiriman bertahap sepanjang 2026.

Kendaraan tersebut mencakup pick-up 4×4 dari Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, senilai total Rp24,66 triliun.

Saran Alternatif

Kadin menyarankan pemerintah prioritaskan produksi domestik melalui instrumen fiskal dan pengadaan, serta impor hanya untuk spesifikasi yang belum tersedia di Indonesia. Hal ini diharapkan memperkuat logistik desa sekaligus industri lokal.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105,000 unit mobil pick-up senilai Rp24,66 triliun dari India yang akan digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India senilai Rp24,66 triliun.

Kadin menilai impor Completely Built Up (CBU) ini berpotensi mematikan industri otomotif lokal yang sedang berkembang, karena tidak sejalan dengan program hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Saleh Husin, menyatakan bahwa industri dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut setelah diskusi dengan pelaku usaha dan asosiasi.

Impor dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mencakup pick-up 4×4 dari Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, dengan pengiriman bertahap sepanjang 2026. Hingga kini, sekitar 200 unit sudah tiba di Indonesia, tapi Kadin menekankan prioritas produk lokal untuk tingkatkan TKDN dan lapangan kerja.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional