Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Ikan Hiu Paus 5 Meter Terdampar di Desa Lapa Daya 40 Km dari Sumenep

badge-check


					Warga menemukan ikan hiu puas 5 meter di bibir pantai Desa Lapa Daja, wilayah pesisir Selat Madura yang berhadapan dengan laut terbuka. Desa ini termasuk akses terpencil di Kecamatan Dungkek, sekitar 40 km dari pusat Kabupaten Sumenep, sering dikunjungi nelayan lokal. Foto: Instagram@madura25jam Perbesar

Warga menemukan ikan hiu puas 5 meter di bibir pantai Desa Lapa Daja, wilayah pesisir Selat Madura yang berhadapan dengan laut terbuka. Desa ini termasuk akses terpencil di Kecamatan Dungkek, sekitar 40 km dari pusat Kabupaten Sumenep, sering dikunjungi nelayan lokal. Foto: Instagram@madura25jam

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

SUMENEP, SWARAJOMBANG.COM – Hingga Sabtu sore (31/1/2026), Pemkab Sumenep, Madura, belum umumkan langkah penguburan bangkai hiu paus tutul sepanjang 5 meter yang terdampar di pantai Desa Lapa Daja, Kecamatan Dungkek, Madura, meski berpotensi mencemari lingkungan pesisir Selat Madura.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, menyebut ikan puas itu mati, kemungkinan hilangnya orientasi akibat perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk.

Dia menjelaskan bahwa bangkai hiu paus tutul (Rhincodon typus) itu ditemukan dalam kondisi mati pada Jumat (30/1/2026) pukul 14.41 WIB, tepat di bibir pantai desa terpencil yang berhadapan langsung dengan laut terbuka. Lokasi ini sekitar 40 km dari pusat kabupaten dan sering dilalui nelayan lokal.

Video penemuan cepat viral di media sosial setelah warga merekamnya, diduga terdampar sejak malam sebelumnya.

Dinas Perikanan Sumenep baru mengonfirmasi temuan tersebut, tapi belum beri detail evakuasi atau pemrosesan jenazah hewan raksasa itu.

Detail Fisik dan Kondisi

  • Panjang: Sekitar 5 meter, tergeletak di tepi pantai.

  • Bobot: Belum dirilis secara resmi.

  • Kondisi: Sudah mati saat ditemukan, tanpa laporan luka eksternal jelas dari video atau saksi.

Penyebab Potensial

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, menduga hiu paus kehilangan orientasi karena perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk. Faktor lain mencakup:

  • Kondisi fisik lemah akibat usia lanjut, sakit, tabrakan kapal, atau jeratan jaring nelayan.

  • Gangguan suara bawah laut dan perubahan iklim yang ubah pola sebar plankton, makanan utama hiu paus.

  • Fenomena upwelling yang angkat plankton ke permukaan, tarik hiu ke perairan dangkal, ditambah aktivitas perikanan serta polusi manusia.

Penyebab pasti masih belum teridentifikasi. Di kasus lain, bangkai hiu paus biasanya dikubur di tempat atau dipindah pakai alat berat jika sudah membusuk, sesuai protokol Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup.

Pemerintah daerah kerap koordinasi untuk timbun jenazah guna cegah pencemaran, plus nekropsi sederhana demi analisis penyebab. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Veda Ega Pratama Torehkan Catatan Emas Raih Pole Position Moto3 Philip Island

24 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Berangkat Umrah Lebih Cepat dan Aman, PT Maghfiroh Sosialisasi Tabungan Rp20.000/ Hari

24 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ludes Terbakar Gudang Daur Ulang Plastik Milik Muhaimin di Bandung Diwek Jombang

24 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Bupati Warsubi Ground Breaking JIP PT Kawasan Ploso, Investasi Rp4,8 Triliun

24 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kejari Gresik Periksa Pejabat Dinas Damkar Terkait Dugaan Penggunaan Anggaran

24 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Kunjungi Desa Tebaloan.Kapolres Gresik Safari Jumat dan Gelar Rembuk Desa

24 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Pemkab Gresik Biayai Bimbingan Belajar hingga Pendampingan Mengaji untuk Siswa Sekolah Rakyat

24 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Wabup Gresik Ajak Masyarakat Optimalkan GEMMA KIA

24 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel

24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Trending di Nasional