Menu

Mode Gelap

Headline

Yenny Wahid Lestarikan Nilai Perjuangan Gus Dur, pada Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid

badge-check


					Yenny Wahid, putri sulung KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 RI. Foto: Instagram@yennywahid Perbesar

Yenny Wahid, putri sulung KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 RI. Foto: Instagram@yennywahid

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |    Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM–  Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hadir dalam acara haul ke-16 ayahandanya di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Acara ini merupakan peringatan tahunan wafatnya Gus Dur, yang  dihadiri keluarga besar, tokoh NU, dan masyarakat. Kehadiran Yenny menegaskan komitmen keluarga dalam melestarikan warisan Gus Dur di pesantren bersejarah tersebut.

Haul Gus Dur di Tebuireng rutin digelar setiap Desember, mengenang mantan presiden yang wafat pada 2009. Yenny sering menyampaikan sambutan, menekankan nilai toleransi dan persatuan yang diajarkan ayahnya. Pada kesempatan sebelumnya, ia menyebut haul sebagai ruang pertemuan lintas kalangan.

Pondok Pesantren Tebuireng, didirikan KH Hasyim Asy’ari, menjadi pusat peringatan karena Gus Dur dimakamkan di sana. Yenny, sebagai putri kedua, aktif dalam kegiatan ini bersama ibunya Sinta Nuriyah. Kehadirannya pada 2025 sejalan dengan kunjungan terkini mereka ke makam Gus Dur.

Yenny Wahid menyampaikan pidato yang menekankan warisan ayahnya, Gus Dur, dalam haul ke-16 di Pondok Pesantren Tebuireng pada 17 Desember 2025.
Ia mengajak hadirin untuk meneladani Gus Dur dalam menajamkan nurani, membela yang lemah, dan menggunakan kekuasaan sebagai amanah untuk kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan pribadi.

Pidato Yenny menyoroti keberanian Gus Dur memisahkan polisi dari TNI untuk demokrasi sejati, serta kritik terhadap isu seperti extra judicial killing dan korupsi.

Ia menekankan Gus Dur tetap hidup di hati rakyat karena kemanusiaan dan keikhlasannya yang menjadi milik seluruh bangsa, bukan hanya keluarga.

Acara ini istimewa karena bertepatan dengan pengakuan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional 2025, menarik ribuan jemaah dan mendongkrak ekonomi lokal.

Yenny mengapresiasi pengasuh pesantren dan mengajak masyarakat kembali ke nilai keadilan serta persatuan yang diajarkan Gus Dur.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kades Hoho Semangati Polisi agar Segera Menangkap Pelaku Teror Bom Molotov di Rumahnya

30 April 2026 - 22:46 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (11): Prostitusi Batavia, Sari yang Dihapus

30 April 2026 - 21:09 WIB

Andrie Yunus Tidak Hadir dalam Sidang Perdana Penyiraman Air Keras di Peradilan Militer

30 April 2026 - 14:51 WIB

Kebakaran Besar Melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Sebanyak 22 Damkar Dikerahkan

30 April 2026 - 14:11 WIB

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Sebar Iklan Haji Fiktif, Polisi Makkah Gerebek dan Meringkus Tiga WNI

30 April 2026 - 12:03 WIB

Bangun Flyover di 1.800 Titik Perlintasan KA, Prabowo: Rp 4 Triliun Bantuan dari Presiden Ya!

29 April 2026 - 15:43 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Ketika Rumah Aman Berubah Jadi Menyeramkan, Mengapa Kasus Little Aresha Terjadi Begitu Lama?

29 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Headline