Menu

Mode Gelap

Headline

Alasan Rieke Diah Pitaloka Desak Presiden Prabowo Selidiki Kasus Terra Drone

badge-check


					Alasan Rieke Diah Pitaloka Desak Presiden Prabowo Selidiki Kasus Terra Drone Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus Terra Drone yang menurutnya tidak bisa dipersempit hanya sebagai peristiwa kematian 22 orang.

Hal tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dua hari lalu.

Dalam pernyataannya, Rieke menegaskan bahwa aparat kepolisian telah menyampaikan adanya dugaan kuat unsur kesengajaan dalam kasus tersebut.

“Kasus Terra Drone ini pihak kepolisian sudah menyampaikan bahwa ada indikasi kuat merupakan kesengajaan,” ujarnya.

Ia menilai tidak tepat apabila kasus ini hanya dikenakan pasal kelalaian yang menyebabkan kematian.

Rieke kemudian menjelaskan latar belakang Terra Drone sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendataan geospasial. “Terra Drone adalah suatu perusahaan yang bekerja terkait pendataan geospasial,” katanya.

Perusahaan tersebut didirikan di Jepang pada 2016 dan mulai beroperasi di Indonesia melalui skema waralaba di tahun yang sama, sebelum berganti nama menjadi Terra Drone Indonesia pada 2019.

Ia menekankan pentingnya data geospasial bagi Indonesia, terutama dalam konteks pertahanan, keamanan, dan kedaulatan negara.

“Mulai sekarang data geospasial itu harus kita tempatkan sebagai data pertahanan, keamanan, dan kedaulatan negara,” tegas Rieke.

Rieke juga menyampaikan permohonan dukungan kepada publik dan pemerintah agar kasus ini diusut secara menyeluruh.
“Kami tidak terima kalau persoalan hanya dipersempit tentang kematian 22 korban,” ujarnya.

Menurutnya, ada persoalan jauh lebih besar terkait penguasaan dan pengelolaan data strategis Indonesia.

Ia menyoroti kebakaran gedung Terra Drone dan mempertanyakan nasib data yang telah dikumpulkan. “Bukan berarti kami percaya bahwa data itu hilang. Anda pasti punya backup,” ucapnya.

Karena itu, Rieke mendesak pemerintah untuk mengambil alih seluruh data geospasial yang telah dipetakan oleh perusahaan tersebut.

Menurut Rieke, data yang dimiliki Terra Drone tidak hanya mencakup pemetaan hutan, tetapi juga ekosistem hayati, potensi sumber daya alam, hingga data manusia.

“Itu bisa secara presisi memetakan seluruh sumber daya dan potensi Indonesia,” katanya, seraya menegaskan bahwa data tersebut memiliki nilai strategis tinggi.

Di akhir pernyataannya, Rieke meminta perhatian serius dari Presiden Prabowo dan aparat penegak hukum. “Ini kasus serius. Mungkin akan melibatkan Interpol,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya praktik jual beli data geospasial Indonesia oleh Terra Drone dan meminta agar hal tersebut diselidiki secara profesional dan transparan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tinjau KDMP Nglawak: Jual LPG Rp16.000, Migor Rp15.700/ L, Beras SPHP Rp10.000/ Kg

17 Mei 2026 - 15:43 WIB

Presiden Praboso langsung meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026. Disitubharga LPG cuma Rp.16.000, migor Rp15.700/ l. Foto: ist

Pinter Ngaji Layanan NIB Gratis di Jombang, Mei: Pegang Izin untuk Kembangkan Usaha

17 Mei 2026 - 15:06 WIB

Presiden Cabut Sejumlah Kewenangan Polri Dialihkan ke TNI, Andrianus Meliala: Kembali ke Dwi Fungsi ABRI

16 Mei 2026 - 21:54 WIB

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Trending di Headline