Menu

Mode Gelap

Headline

Bencana Aceh, Prabowo Disenggol Sawit, Natya Ungkap Fakta Deforestasi di Sumatra

badge-check


					Bencana Aceh, Prabowo Disenggol Sawit, Natya Ungkap Fakta Deforestasi di Sumatra Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

ACEH, SWARAJOMBANG.COM– Akun Kacamata Natya kembali menarik perhatian publik lewat unggahan video pada 7 Desember 2025. Dalam konten terbarunya, Natya Shina mengulas penyebab banjir di Aceh sambil menyindir parahnya kondisi hutan di Indonesia.

“Selamat kepada negara Indonesia yang telah memenangkan juara dua untuk kategori deforestasi hutan tropis.” kata Putu Ayu Natya Shina Bandana, atau Natya Shina.

Ia menampilkan data deforestasi yang menunjukkan hilangnya jutaan hektare hutan di Indonesia.
“10,5 juta hektare hutan telah lenyap. Bahkan Zofiki Hasan sendiri aja ngizinin 1,64 juta hektare hutan dibabat habis.” ujarnya.

Untuk memudahkan publik membayangkan skalanya, Natya memberi perbandingan langsung.
“Kalian tau gak sih 1,6 juta hektare hutan tuh segede apa? Itu sama dengan 22 kali luas negara Singapura.” katanya.

Mengutip Global Forest Watch, ia menekankan bahwa Pulau Sumatera saja kehilangan 1 juta hektare hutan sejak 2002 hingga 2024.
“Ini baru di 3 provinsi di Sumatera loh ya, belum provinsi lainnya.”

Sebagian besar area yang hilang berubah menjadi tambang dan perkebunan sawit. Ia juga menyinggung pernyataan yang sering dijadikan pembenaran, termasuk ucapan Presiden Prabowo,

“Tapi kan ada sawit, Sawit kan pohon, Ada daunnya juga!” kata Prabowo kala itu.

Natya menjelaskan bahwa fungsi ekologis sawit sangat jauh berbeda dari hutan tropis. Ia merujuk pendapat para pakar lingkungan.
“Salah satunya William F. Lawrence yang mengatakan bahwa kebun sawit itu fungsinya kalah jauh dari hutan tropis.” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan paling mencolok adalah kemampuan tanah menyerap air hujan. Hutan tropis memiliki daya tampung jauh lebih besar dibandingkan lahan sawit.
“Ibaratnya nih ya, hutan tropis bisa menampung 10 liter air. Karena kebun sahabat cuma bisa nampung satu liter air.” jelasnya.

Ketidakmampuan tanah di area sawit menahan air membuat aliran air meluap dan memicu banjir besar. Kondisi ini diperparah oleh peningkatan emisi karbon dari penebangan hutan yang mendorong ekstremnya pola cuaca.

“Karbon ini merusak atmosfer mengacaukan siklus hujan dan menyebabkan hujan ekstrim seperti sekarang hingga terjadi banjir bandang yang begitu besar.”

Menutup videonya, Natya memperlihatkan temuan visual di lokasi banjir berupa tumpukan kayu yang dinilainya tidak tampak seperti hasil tumbang alami.

“Ini, potongan-potongan kayu ini tuh kelihatan kayak dipotong rapi, bukan kayak pohon tumbang alami.”.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tinjau KDMP Nglawak: Jual LPG Rp16.000, Migor Rp15.700/ L, Beras SPHP Rp10.000/ Kg

17 Mei 2026 - 15:43 WIB

Presiden Praboso langsung meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026. Disitubharga LPG cuma Rp.16.000, migor Rp15.700/ l. Foto: ist

Pinter Ngaji Layanan NIB Gratis di Jombang, Mei: Pegang Izin untuk Kembangkan Usaha

17 Mei 2026 - 15:06 WIB

Presiden Cabut Sejumlah Kewenangan Polri Dialihkan ke TNI, Andrianus Meliala: Kembali ke Dwi Fungsi ABRI

16 Mei 2026 - 21:54 WIB

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Trending di Headline