Menu

Mode Gelap

Headline

Disebut SPPG Polri Gesekan di Lapangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					Disebut SPPG Polri Gesekan di Lapangan dalam Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA,SWARAJOMBANG.COM-Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Yahya Zaini, menyampaikan kekhawatiran mengenai adanya masalah di lapangan terkait Unit
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dijalankan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Yahya Zaini menyebutkan bahwa keberadaan SPPG milik Polri di beberapa wilayah sering menimbulkan perselisihan dengan SPPG lain yang sudah lebih dulu bekerja sama dengan pihak sekolah.

“Ini kehadiran SPPG dari Polri ini di lapangan menimbulkan masalah, Pak Kepala,” tuturnya saat menghadiri rapat kerja dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (12/11/2025).

Yahya menjelaskan bahwa banyak SPPG milik masyarakat diminta untuk menghentikan operasionalnya dan berpindah lokasi oleh anggota kepolisian, meskipun mereka telah lama menjalin kerja sama dengan sekolah.

Ia mengamati bahwa beberapa aparat kepolisian langsung mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan penerima manfaat, hal ini kemudian menyebabkan bentrokan dengan SPPG yang dikelola oleh masyarakat umum.

“Jadi SPPG yang sudah kerja sama dengan sekolah, ini disuruh pindah oleh polisi. Ini banyak kasus-kasus ini, Pak… di Grobogan dan Brebes,” katanya.

Ia menyatakan kekhawatiran bahwa kejadian ini dapat mengurangi kuota SPPG yang sudah berjalan dan membuat masyarakat takut atau enggan berurusan dengan petugas berseragam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindayana, membenarkan bahwa masalah serupa memang muncul di banyak tempat. Oleh karena itu, BGN telah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) edisi ketiga.

Juknis tersebut tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya perebutan atau persaingan antar pelaksana dalam melayani penerima manfaat.

Pernyataan Diklarifikasi dan Permintaan Maaf

Tidak lama setelah komentarnya tersebar luas, Yahya Zaini menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi kepada institusi Polri. Ia menekankan bahwa setelah meninjau langsung situasi di Balikpapan, ia justru menemukan bahwa SPPG Polri memiliki standar operasional yang sangat baik dan layak dijadikan contoh atau model di tingkat nasional.

“Saya memohon maaf kepada Polri atas kekeliruan tersebut,” ujar Yahya di Kompleks Parlemen, pada hari Kamis (13/11/2025). Ia menambahkan bahwa SPPG Polri adalah mitra yang dapat diandalkan dengan mutu yang bahkan melebihi apa yang ia bayangkan sebelumnya.

Menurut Yahya, fasilitas SPPG Polri memiliki bangunan yang kuat, tetap, dan sesuai untuk kegiatan tersebut. Tempat ini juga dilengkapi dengan alat-alat dapur yang modern serta kendaraan khusus untuk mengantar makanan. Persiapan yang matang ini menunjukkan betapa seriusnya Polri dalam mendukung program utama Presiden Prabowo.

Selain itu, ia memuji penerapan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang dinilai sangat tertib. Selain menjalankan tugas dengan rapi, SPPG Polri juga mencatat ‘zero incident’, yang berarti tidak ada laporan kasus keracunan makanan. “Ini merupakan prestasi yang patut diacungi jempol,” ujarnya.

Melihat tingginya standar yang dimiliki, Yahya menilai wajar jika banyak sekolah yang tertarik untuk bekerja sama dengan SPPG Polri. Ia menekankan bahwa minat yang besar ini bukan disebabkan oleh tindakan Polri yang mengambil mitra pihak lain, melainkan karena kualitas dan hasil kerja mereka yang terbukti jauh lebih baik.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diduga Ada Permainan Calo, Purbaya Menilai Coretax Rp 1,3 Triliun tak Kelar-kelar

2 April 2026 - 22:07 WIB

KPK Menggeledah Rumah Ono Surono, Kasus Ijon APBD Bekasi Rp14,2 Miliar

2 April 2026 - 21:35 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Jenazah Dipindah ke Ambulans Saekapraya Jember, Mobil Ario Terlibat Laka Segi Tiga di Probolinggo

2 April 2026 - 17:29 WIB

Perempuan Cirebon Tertipu Love Scam Pria Kamerun Rp 2,1 Miliar, Minta Tolong kepada Dedy Mulyadi

2 April 2026 - 16:42 WIB

Semula Rp 35 Miliar Kini Rumah Mewah Anang-Ashanty akan Dilepas dengan Harga Rp 25 Miliar Saja

2 April 2026 - 15:35 WIB

Gempa M 7,6 Bitung: 3 Orang Tewas, 15 Orang Luka-luka Kerusakan Bangunan Meluas

2 April 2026 - 14:35 WIB

Joko Budi Darmawan Dicopot dari Jabatan Aspidum Kejati Jatim, Dugaan Kasus BSPS Sumenep Rp 26.3 Miliar

2 April 2026 - 14:15 WIB

Nenek Delce Lahia Tewas Tertimpa Gedung KONI Manado, Akibat Gempa Mag 7.6 Bitung

2 April 2026 - 09:10 WIB

Trending di Headline