Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Google Ciptakan Kuantum Komputer Berkecepatan 13.000 Dibanding Super Komputer Frontier

badge-check


					Inilah CEO Google, Sundar Pichai. Ia menjabat sebagai CEO Google sejak 2015 dan juga CEO induk perusahaan Alphabet, yang mengembangkan kuantum komputer google. Foto: Google Perbesar

Inilah CEO Google, Sundar Pichai. Ia menjabat sebagai CEO Google sejak 2015 dan juga CEO induk perusahaan Alphabet, yang mengembangkan kuantum komputer google. Foto: Google

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

AMERIKA, SWARAJOMBANG.COM – Google Quantum AI kembali menunjukkan kemajuan teknologi dengan uji coba komputer kuantum 65-qubit bernama Willow yang menjalankan algoritma Quantum Echoes.

Google mengklaim teknologi ini mampu melakukan simulasi fisika kompleks hingga 13.000 kali lebih cepat dari superkomputer tercepat saat ini, Frontier. Meski demikian, pencapaian ini juga membuka banyak perdebatan terkait implementasi praktis dan skala adopsi komputasi kuantum.

Waktu pemrosesan yang pada Frontier memakan 3,2 tahun, diklaim hanya butuh sekitar dua jam pada Willow, menandai lompatan yang signifikan. Namun, penting dicatat bahwa simulasi dan algoritma ini masih sangat khusus dan belum bisa diterapkan secara luas untuk seluruh jenis masalah komputasi yang kompleks.

Algoritma Quantum Echoes menggunakan interferensi kuantum — suatu fenomena yang sangat sulit ditiru dengan komputer klasik.

Verifikasi hasil dengan komputer kuantum lain atau eksperimen fisika nyata seperti spektroskopi resonansi magnetik inti (NMR) menjadi salah satu faktor kunci untuk menghindari klaim berlebihan. Namun, teknologi ini masih jauh dari komersialisasi dan penggunaannya dalam aplikasi dunia nyata yang luas.

Google menyebutkan algoritma ini sebagai tonggak untuk jalur pengembangan hardware dan software kuantum yang meliputi penginderaan kuantum dan potensi aplikasi bidang ilmu material serta obat-obatan dalam lima tahun ke depan.

Namun, realisasi target ini memerlukan penanganan berbagai kendala teknis dan ekonomis yang belum terpecahkan, seperti stabilitas qubit, error rate, dan biaya produksi perangkat.

Chip Willow menggunakan qubit superconducting dengan arsitektur modular dan kemampuan menjalankan perhitungan paralel berkat fenomena superposisi kuantum.

Chip ini diklaim mampu mengurangi tingkat kesalahan secara eksponensial seiring jumlah qubit bertambah, yang ideal untuk meningkatkan keandalan komputasi. Namun, tantangan pengendalian error dan noise kuantum masih menjadi hambatan besar.

Potensi aplikasi Google Quantum AI sangat luas, berpeluang mengubah bidang AI, simulasi ilmiah, ilmu material, dan penemuan obat. Tetapi, peringatan disampaikan bahwa komputasi kuantum masih dalam tahap eksperimental dan transisi dari laboratorium ke dunia industri mungkin memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan.

Kesimpulannya, meskipun kecepatan dan performa chip Willow melampaui komputer klasik secara dramatis, pengembangan teknologi komputasi kuantum yang benar-benar praktis dan dapat diterapkan secara luas masih menghadapi tantangan besar di bidang stabilitas, skalabilitas, dan biaya.

Pencapaian ini lebih tepat dilihat sebagai kemajuan penting dalam riset fundamental daripada revolusi teknologi instan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Trump Tuding Paus Leo XIV Terlalu Liberal dan Lemah

13 April 2026 - 17:27 WIB

Saat Mengitari Sisi Jauh Bulan, Artemis II akan Hilang Kontak dengan Bumi 

4 April 2026 - 20:22 WIB

Darkweb Pecahkan Surat dari Iblis yang Ditulis Biarawati Abad ke-17

18 Maret 2026 - 21:05 WIB

Daftar Tokoh Iran yang Dikaitkan dengan Hadiah 10 Juta Dolar

14 Maret 2026 - 20:59 WIB

China Sukses Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia

2 Maret 2026 - 16:04 WIB

Gubernur Korea Selatan Dikecam Usai Usul Impor Perawan Vietnam

9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Dibawa ke Markas DEA, Maduro: Good Night, Happy New Year!

4 Januari 2026 - 12:38 WIB

Tujuh Ledakan Besar di Caracas, Venezuela Tuduh Serangan AS

3 Januari 2026 - 16:13 WIB

Ukraina Bantah Menyerang Rusia Menggunakan 91 Drone

31 Desember 2025 - 15:09 WIB

Trending di News