Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno
THAILAND, SWARAJOMBANG.COM – Ajang Miss Universe 2025 yang digelar di Bangkok kembali mencuri perhatian media internasional, bukan hanya karena kemegahan acaranya, tetapi juga insiden yang menyoroti pentingnya tata kelola dan etika dalam kontes kecantikan berskala global.
Dalam sebuah siaran langsung sebelum sesi penilaian, direktur acara asal Thailand, Nawat Itsaragrisil, mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyebut Miss Meksiko, Fatima Bosch sebagai “bodoh.”
Ucapan tersebut memicu gelombang protes, dimana Fatima Bosch dan beberapa kontestan lainnya memilih untuk walk out sebagai bentuk ketidaksetujuan mereka.
Fatima Bosch menanggapi insiden tersebut dengan tegas, menyatakan bahwa kritik yang dilontarkan Nawat terkait dengan masalah internal organisasi tidak sepatutnya diarahkan sebagai hinaan pribadi.
Ia menegaskan, “Aku disebut bodoh hanya karena ada masalah dengan organisasiku, itu tidak pantas.”
Di sisi lain, Nawat menyampaikan permohonan maaf secara emosional sekaligus menjelaskan bahwa ucapannya disalahpahami dan tidak ditujukan untuk merendahkan secara personal. Meski demikian, kejelasan tersebut belum mampu meredam polemik yang timbul.
Sebagai respons, Miss Universe Organization (MUO) mengambil langkah tegas dengan mengurangi peran Nawat dalam kegiatan resmi kontes, mengingat tindakan tersebut dianggap mencederai citra dan integritas acara.
Selain itu, MUO mencermati laporan penyalahgunaan kekuasaan berupa intimidasi yang diduga dilakukan oleh Nawat terhadap Bosch, yang berpotensi memperburuk reputasi organisasi.
MUO juga mengimbau seluruh kontestan untuk menjaga profesionalitas dengan menghindari kontak langsung dengan Nawat demi menciptakan suasana kompetisi yang kondusif dan saling menghormati.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan kebutuhan pengelolaan yang transparan dan sikap profesionalisme dalam ajang tingkat dunia, yang reputasi dan nilai keadilannya kini diuji oleh publik dan media internasional.
Acara Miss Universe 2025 sendiri berlangsung di berbagai lokasi di Thailand, dengan lokasi utama di Impact Challenger Hall, Pak Kret, Nonthaburi. Kegiatan pendukung juga digelar di Bangkok, Phuket, dan Pattaya. Malam puncak final akan diselenggarakan di Impact Arena, Muang Thong Thani pada 21 November 2025.
Kali ini merupakan pengalaman keempat Thailand menjadi tuan rumah dan ketiga kalinya menggunakan tempat tersebut sejak edisi 2005 dan 2025.
Fátima Bosch, yang berasal dari Santiago de Teapa, Tabasco, Meksiko, mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama dari wilayah tersebut yang meraih gelar Miss Universe Mexico pada September 2025.
Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang desain fashion dari Universidad Iberoamericana, dengan pengalaman belajar di Nuova Accademia di Belle Arti, Milan dan Lyndon Institute, Vermont.
Bosch juga dikenal terbuka mengenai pengalamannya menghadapi bullying akibat gangguan dyslexia dan ADHD, yang membuatnya menjadi inspirasi dengan mengubah tantangan tersebut menjadi kekuatan dalam kariernya.
Karier pageantry-nya mulai bersinar sejak 2018 saat memenangkan gelar Flor de Oro di Tabasco. Setelah menyandang mahkota Miss Universe Mexico 2025, popularitasnya melonjak di media sosial dengan ratusan ribu pengikut.
Kisah Bosch dan insiden kontroversial dengan Nawat Itsaragrisil menjadi bahan refleksi mendalam terkait standar profesionalisme dan perlakuan adil dalam industri kecantikan internasional. **











