Menu

Mode Gelap

News

2 November, Sejarah Ketika Jurnalis Dibunuh dan Tak Tersentuh Hukum

badge-check


					Ilustrasi wartawan mendapatkan kekerasan Perbesar

Ilustrasi wartawan mendapatkan kekerasan

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG-Penetapan tanggal 2 November sebagai Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis (International Day to End Impunity for Crimes against Journalists – IDEI*) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berakar dari sebuah tragedi yang menyedihkan.

Latar belakang utama pemilihan tanggal ini adalah pembunuhan brutal terhadap dua jurnalis Prancis, Ghislaine Dupont dan Claude Verlon, di Kidal, Mali, pada 2 November 2013.

Peristiwa kelam ini menjadi titik tolak bagi masyarakat global untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang dihadapi jurnalis dan mendesak pertanggungjawaban atas kekerasan yang terjadi pada mereka.

Berangkat dari kebutuhan mendesak untuk melawan budaya ketidakadilan, pada tahun yang sama, Sidang Umum PBB mengadopsi Resolusi A/RES/68/163. Resolusi ini secara resmi menetapkan 2 November sebagai hari peringatan global.

Tujuan utama dari penetapan ini adalah untuk mengakhiri “impunitas”, sebuah keadaan di mana pelaku kejahatan terhadap pekerja media, termasuk pembunuhan, penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan ancaman, tidak dihukum.

Peringatan ini bukan hanya simbolis untuk mengenang para korban, tetapi juga berfungsi sebagai seruan global bagi negara-negara anggota PBB untuk mengambil tindakan nyata dalam memperkuat langkah-langkah perlindungan terhadap jurnalis, menjamin kebebasan pers, dan memastikan bahwa para pelaku kekerasan dibawa ke pengadilan, sehingga menegakkan supremasi hukum.

Statistik Pembunuhan Jurnalis dan Krisis Impunitas Global

Data global secara konsisten menyoroti bahwa kekerasan dan pembunuhan terhadap jurnalis masih merupakan masalah yang sangat serius dan meluas, serta diperburuk oleh tingginya tingkat impunitas.

🌐 Data Pembunuhan Jurnalis

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) yang memiliki mandat untuk mempromosikan keselamatan jurnalis, melaporkan tren yang mengkhawatirkan:

* Pada tahun 2021, tercatat 55 jurnalis terbunuh di seluruh dunia.

* Angka ini meningkat signifikan pada tahun 2022, di mana sebanyak 86 jurnalis dan pekerja media tewas. Peningkatan tajam ini menunjukkan bahwa rata-rata, satu jurnalis terbunuh setiap empat hari (Sumber: UNESCO).

* Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar tiga perempat dari pembunuhan ini terjadi di negara-negara yang secara resmi tidak berada dalam konflik bersenjata, dengan Amerika Latin menjadi wilayah paling mematikan. Para jurnalis sering menjadi sasaran karena liputan mereka mengenai kejahatan terorganisir, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan isu-isu lingkungan.

⚖️ Tingkat Impunitas

Tingkat impunitas global atas kejahatan terhadap jurnalis berada pada angka yang sangat tinggi dan tidak dapat diterima. Sejak tahun 1993, lebih dari 1.600 jurnalis telah dibunuh (Sumber: UNESCO Observatory of Killed Journalists).

Dalam sembilan dari sepuluh kasus pembunuhan jurnalis, pelaku tidak pernah dihukum, yang berarti tingkat impunitas secara global mencapai sekitar 86%.

Impunitas yang meluas ini secara langsung memperkuat siklus kekerasan, menciptakan rasa takut, dan memaksa jurnalis untuk melakukan sensor diri (self-censorship), yang pada akhirnya merusak kebebasan pers dan hak publik atas informasi yang independen dan terverifikasi.

🚨 Situasi Tahun 2024

Laporan dari berbagai organisasi menunjukkan bahwa tahun 2024 mencatat angka kematian jurnalis yang tinggi, terutama didorong oleh situasi konflik:

* Menurut laporan dari International Federation of Journalists (IFJ), setidaknya 104 jurnalis tewas sepanjang tahun 2024, di mana lebih dari separuhnya berada di Jalur Gaza.

* Laporan UNESCO lainnya mencatat 68 jurnalis terbunuh pada tahun 2024, dengan lebih dari 60% terjadi di daerah konflik. Dalam data ini, Palestina mencatat jumlah korban tertinggi, menunjukkan tingginya risiko bagi pekerja media di zona perang.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Diduga UFO Melayang Layang di Atas Kawasan Jembatan Suramadu

23 Mei 2026 - 09:38 WIB

Saat Audiensi, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Tantang Duel Perwakilan PKL Driyorejo yang Tergusur

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di Ekonomi