Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Awalnya, panitia peringatan hari jadi ke-115 Pemkab Jombang sudah memasang pengumuman lewat flyer tentang rangkaian acara hiburan wayang kulit selama sebulan penuh. Mereka menghadirkan dalang kondang dari Surakarta, Ki Anon Suroto.
Tapi, dua hari sebelum pentas di Jombang, datang kabar duka. Ki Dalang Anom Suroto meninggal dunia pada Kamis, 23 Oktober 2025, pukul 07.00 WIB.
Mendiang meninggal di Rumah Sakit dr. Oen Kandang Sapi, Solo, setelah dirawat sekitar lima hari karena serangan jantung. Kondisinya sempat menurun meski sebelumnya masih sadar.
Jenazahnya disemayamkan di Ndalem Timasan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Ki Anom Suroto dikenal sebagai dalang wayang kulit legendaris yang banyak menginspirasi dan menjaga kelestarian seni pedalangan Jawa.
Setelah dengar kabar itu, panitia langsung cari pengganti. Akhirnya dipilih dalang yang nggak kalah terkenal, tapi lebih muda, yaitu Ki Anom Dwijo Kangko.

Dia merupakan dalang wayang kulit yang cukup terkenal di Indonesia. Keterampilannya membawakan lakon tradisional Jawa seperti “Bima Kalajaya” dan “Wahyu Kamulyan” sudah tak perlu diragukan lagi.
Ki Anom juga aktif tampil langsung dan siarannya bisa disaksikan di media sosial dan platform seperti YouTube.
Selain menjaga kebudayaan Jawa lewat wayang kulit, dia kerap mengundang bintang tamu dalam pertunjukannya supaya makin menarik.
Daya tarik Ki Anom Dwijo Kangko memang luar biasa. Apalagi pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025, dia akan ditemani Cak Percil, pelawak yang dikenal ahli buat penonton tertawa.
Kolaborasi antara dalang Ki Anom Dwijo Kangko dan pelawak Cak Percil siap menggebrak alun-alun Jombang, menghibur para pecinta seni budaya asli Indonesia khususnya wayang kulit. **











