Menu

Mode Gelap

Lifestyle

Bahaya di Balik Kebiasaan Makan Mi Instan Campur Nasi

badge-check


					Risiko kesehatan besar Perbesar

Risiko kesehatan besar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Kebiasaan mencampur nasi ke dalam mi instan menjadi hal umum di Indonesia, namun ternyata memiliki dampak serius terhadap kadar gula darah dan tekanan darah.

Selain memiliki indeks glikemik tinggi, mi instan tinggi karbohidrat tapi rendah nutrisi. Menambahkan nasi ke mi instan akan memperbesar asupan karbohidrat hingga dua kali lipat, dan mempercepat peningkatan kadar gula darah, menurut laporan The Korea Times.

Selain itu, ketika nasi dicampur ke dalam kuah, karbohidrat di dalamnya diserap dengan sangat cepat, dan kita cenderung menelan tanpa mengunyah dengan baik.

Kebiasaan ini juga membuat seseorang cenderung melewatkan makanan berserat tinggi seperti sayuran, yang sebenarnya membantu memperlambat penyerapan glukosa. Alhasil, kebiasan ini membuat seseorang makan lebih cepat dan meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

Para pakar menyarankan, jika tetap ingin memakan nasi dengan mi instan, maka makanlah isi mi dan sisakan kuahnya. Pasalnya, kadar natrium yang tinggi di kuah bisa meningkatkan tekanan darah dan mengiritasi lapisan lambung.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) serta Asosiasi Diabetes Korea, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memiliki efek serupa. Tidak seperti buah utuh yang mengandung serat untuk memperlambat proses pencernaan, jus justru diserap hampir seketika sehingga dapat menyebabkan lonjakan glukosa secara tiba-tiba.

Selain itu, mengatur kadar gula darah bukan cuma soal menjaga pola makan dan rutin olahraga, tapi juga soal seberapa cepat kamu makan. Kamu setidaknya menyisihkan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan satu porsi makanan.

Alasannya, makanan cair seperti sup, jus, atau kuah mudah melewati lambung dan cepat diserap tubuh, yang akhirnya bisa memicu lonjakan kadar gula darah.

Ahli gizi juga merekomendasikan untuk menggunakan sumpit ketimbang sendok agar proses makan menjadi lebih lambat, serta memprioritaskan sayur dan protein seperti telur, kacang, dan daging sebelum makan nasi.

Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti nasi campur gandum atau roti gandum utuh, bahkan makan buah sebelum nasi, juga bisa membantu menstabilkan kadar gula darah.

Meskipun terasa merepotkan, para pakar kesehatan menegaskan bahwa langkah-langkah kecil ini terbukti efektif dalam mencegah dan mengelola diabetes.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Nyeri dan Mata Kanan Kabur Setelah Ditato

20 April 2026 - 21:16 WIB

Cegah Diabetes Sejak Dini: Batas Maksimal Gula Harian

15 April 2026 - 17:28 WIB

Komdigi: Ratusan Ribu Akun TikTok DIbekukan

14 April 2026 - 20:37 WIB

Intan Kecewa Suami Sirinya Ternyata Cowok, Rey: Saya Yakin Ini Urusan Finansial

9 April 2026 - 21:25 WIB

Freezer dan Kulkas Bukan Tempat Menyimpan Cokelat

7 April 2026 - 18:22 WIB

KH M Shalmanuddin Nikahi Inayah Gus Dur dengan Mas Kawin Emas 50 Gram di Gulukguluk Sumenep

7 April 2026 - 09:00 WIB

Semula Rp 35 Miliar Kini Rumah Mewah Anang-Ashanty akan Dilepas dengan Harga Rp 25 Miliar Saja

2 April 2026 - 15:35 WIB

Trending di Headline