Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

420 Karyawan Tokopedia Rontok Terkena PHK, Berlanjut Hingga Desember 2025

badge-check


					Kekhawatiran yang menjadi kenyataan, ketika manajamen TikTok yang telah mengakuisisi Tokoppedia, melakukan PHK besar-besaran. Foto: bacakoran.co Perbesar

Kekhawatiran yang menjadi kenyataan, ketika manajamen TikTok yang telah mengakuisisi Tokoppedia, melakukan PHK besar-besaran. Foto: bacakoran.co

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Tokopedia telah melakukan PHK massal yang berdampak pada sekitar 420 karyawan dalam dua bulan terakhir, dengan jumlah 180 orang di-PHK pada Juli 2025 dan 240 orang pada Agustus 2025. PHK ini terutama terjadi di divisi teknologi informasi (IT), customer care, tim pemenuhan pesanan (fulfillment), dan gudang.

Alasan utama di balik PHK ini adalah jumlah karyawan yang dianggap terlalu banyak setelah penggabungan operasional dengan TikTok Shop.

Total pegawai gabungan Tokopedia dan TikTok Shop mencapai sekitar 2.500 orang, yang dinilai berlebihan oleh TikTok sebagai pemegang saham mayoritas Tokopedia.

Selain itu, ada pengalihan kendali teknis Tokopedia ke China dengan target integrasi sistem selesai pada Desember 2025.

Tim teknis yang tersisa di Indonesia nantinya akan dikelola langsung oleh tim di China, sementara karyawan di Indonesia lebih difokuskan pada bisnis dan pemasaran.

PHK ini juga terkait dengan penutupan layanan gudang pintar Tokopedia pada 15 Agustus 2025, yang turut menyebabkan pengurangan karyawan di bagian tersebut.

Kronologi PHK Tokopedia dimulai pada Juni 2025, ketika terjadi PHK massal pertama dengan pemangkasan sekitar 450 karyawan, sekitar 9% dari total karyawan Tokopedia.

PHK ini merupakan bagian dari efisiensi dan penyesuaian operasi menyusul akuisisi oleh TikTok akhir 2023 dan penggabungan operasional kedua perusahaan. Penyesuaian berlanjut dengan PHK di Juli dan Agustus 2025.

Manajemen Tokopedia dan TikTok belum memberikan komentar resmi terkait PHK ini. Namun, TikTok selaku pemilik 75,01% saham Tokopedia menyatakan bahwa PHK adalah bagian dari evaluasi kebutuhan bisnis dan penyesuaian organisasi untuk meningkatkan kekuatan perusahaan serta layanan kepada pelanggan.

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, mengkaji proses PHK massal tersebut guna memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Singkatnya, PHK Tokopedia sepanjang 2025 terjadi secara bertahap sejak Juni hingga Agustus, dengan total sekitar 420-450 karyawan terdampak.

Hal ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi dan efisiensi bisnis pasca akuisisi serta integrasi operasional dengan TikTok Shop untuk menghadapi dinamika bisnis e-commerce yang terus berubah.

Jika perlu, bisa dilakukan penyesuaian lebih lanjut sesuai kebutuhan gaya bahasa atau detail tambahan. Informasi ini merujuk pada laporan media terpercaya seputar situasi PHK Tokopedia 2025.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Harga Tetap, Isu Pertalite Naik Hoaks

25 September 2026 - 21:41 WIB

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

Trending di Nasional