Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM Mantan Menko Polhukam sekaligus cawapres 2024, Mahfud MD, mengungkapkan bahwa cucunya turut menjadi korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah di Yogyakarta.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui video berjudul Bereskan Tata Kelola MBG di kanal YouTube Terus Terang, Selasa (30/9/2025). “Cucu saya juga keracunan. Ya, MBG di Jogja,” ujar Mahfud.
Ia menjelaskan, dua cucunya mengalami keracunan setelah menyantap makan siang dari program MBG.
Salah satun cucu hanya mengalami muntah-muntah dan diperbolehkan pulang, namun cucu lainnya harus dirawat di rumah sakit selama empat hari.
Mahfud MD Sebut Program MBG Tidak Ada Dasar Hukum yang Jelas, Ujungnya Perdata dan Pidana
“Kakak (cucu pertama) habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini (cucu kedua) sampai empat hari di rumah sakit. Ada dua, iya bersaudara, beda kelas. Di sekolah yang sama,” papar Mahfud.
Mahfud juga menceritakan bahwa total korban MBG beracun ini ada 8 orang “Satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” jelasnya, tanpa menyebut nama sekolah.
Guru-Murid Tumbal MBG, Prabowo Jangan Permainkan Nyawa Anak, Masih Banyak Gedung Sekolah Rusak
Mahfud juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut korban keracunan MBG hanya 0,0017 persen dari total 30 juta porsi yang telah disalurkan. Menurut Mahfud, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari angka semata.
“Dan memang itu menjadi isu nasional juga ya, meskipun betul itu hanya 0,0017 persen, kata Presiden, dan kecil sekali kan memang,” ujarnya.
Kemudian Mahfud membandingkan dengan insiden di penerbangan, meskipun kejadian laka penerbangan dan korban jiwa prosentase juga sangat kecil, namun karena menyangkut kesehatan dan nyawa, masalah tersebut harus diteliti lebih serius,
“Ini bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi apa masalahnya,” tegas Mahfud.***











